Rabu, 13 Februari 2013

AKU CINTA SAHABATKU


Angin sore menerpa wajahku
yang sedang asyik-asyiknya
melamunkan hal yang ga tau
kenapa bisa aku lamunin. Hal ini
tuh udah bikin aku galau
belakangan ini. Ya, apa lagi kalau
bukan jatuh cinta. Jatuh cinta
udah ngebuat aku kaya orang
bego.
Tiap kali aku makan, wajah dia
tuh selalu muncul, ngebayang-
bayangin tiap langkah aku ke
sekolah, dia tuh bagaikan bintang
untukku, slalu nemenin tokoh 'aku'
dalam mimpi aku. Sebenernya sih
dia tuh temen chattingan
facebook aku, dia tuh slalu ada
kalau aku lagi sedih, ada masalah,
juga kalau aku seneng, dia slalu
ada buat jadi tempat berbagi
kesenangan.
"Braakkkk!" suara itu kedengaran
amat menyeramkan, dan setelah
kusadari, ternyata aku terjatuh
dari ayunan yang sedang kunaiki.
Ya ampun, aku ngelamunin dia
lagi... Apa yang terjadi sama aku?
Masa aku baru aja ngelakuin hal
bego kaya gitu? Hal yang mungkin
ngebuat orang lain ngakak di atas
penderitaanku.
"Awww.... Sakit banget kaki aku..."
sebenarnya aku tau di taman ini
ga ada orang lain selain aku, tapi
kok aku ngerasa ada suara
ketawa yang kejam? Hiiyyy,
jangan-jangan.......
"Huaaaa", aku berteriak kencang
saking kagetnya. Baru kali ini aku
denger suara hantu, ternyata
suaranya tuh kaya manusia
banget yah.
"Ya ampunnn, ini Kayla? Ahaha,
aku ngga nyangka banget bisa
ketemu kamu di sini, Kay", kata
suara itu. Haaaaa..... Salah apa aku
bisa ketemu hantu di sore hari
yang indah ini, ternyata hantu itu
serba tau yaaa, masa dia juga
tau nama aku, terus ya iya dia
seneng bisa ketemu manusia
bernama Kayla ini di taman terus
nakut-nakutin dia, sementara
aku...?
'Tuhan tolongin aku Tuhan, bawa
aku ke tempat yang aman, ke
atas pohon boleh deh, asal aku
ga usah ngeliat ni hantu gitu,
ngga usah tatap muka sama
diaaa.... Aku takut hantu....', doaku
dalam hati. Tapi kayanya itu cuma
jadi mimpi soalnya aku masih di
bawah pohon, di deket ayunan
kuning ini.... Suara langkah kaki itu
semakin deket lagi...
"aaaaaaa, jangan bunuh aku, mas
hantu, aku masih belom punya
pacar, masih banyak dosa sama
mama sama papa... Pleaseee dong
mas hantu, biarin aku hiduppp",
teriakku sejadi-jadinya.
"Hahahahaha Kaylaa-Kaylaa...
Kamu tuh yaa ngga di dunia asli,
ngga di chat, sama aja:
PENAKUT! Hahaha, ini aku, Mike..."
kata suara itu... 'Mike siapa'
kataku dalam hati.... 'Mike??? Hah,
cowo itu? yang sedari tadi aku
pikirin? Cowo yang ngebuat aku
jatuh memalukan dari ayunan?
hahaha, ngga mungkin ah', kataku
sembari membalikkan tubuhku ke
arah suara itu berasal. Hwaaa,
wajah itu membuat hatiku
bergetar hebat.
Ternyata itu beneran Mike ya
Tuhan! Seketika lidahku tak bisa
berkata-kata, 'kenapa lidahku kelu
tiap kau panggil aku', gitu kalo
kata sm*sh! aduh apa apan aku
ini, di saat seperti ini aku masih
bisa mikirin boyband asal Bandung
favoritku itu... kembali lagi dong ke
dunia nyata. "Hah, kamu beneran
Mike?" kataku, memandang wajah
dia yang berdiri di sebelahku
sambil mengulurkan tangan,
membantuku berdiri.
"Ya iyalah emang kamu mikir aku
ini hantu yang tau nama kamu?
Hahaha", kata Mike seolah dapat
membaca pikiranku. "Hehehe, ya
kirain sih", kataku, menyambut
uluan tangannya. Baru kali ini aku
melihat wajah aslinya, ternyata
lebih cakep dari fotonya, ngebuat
hati aku cenat cenut.
Kami mengobrol banyak di taman
sambil menikmati matahari yang
dengan malu-malu ke tempat
asalnya. Senja itu, aku benar-
benar ngerasain apa yang
namanya indahnya jatuh cinta.
Setelah mengobrol begitu
lamanya, kami berpamitan, oiyah
sekarang aku tau, dia pindah ke
blok sebelah rumah aku. Aku jadi
tetanggaan sama dia,
senangnya :D. Kami lalu pergi ke
rumah Mike untuk Mike kenalkan
sama keluarganya yang sering dia
ceritakan di chat ym ke aku.
Mike pindah dari Jakarta ke
Bandung, katanya sih papanya
tugas kerja di Bandung. Dia
tinggal sama keluarganya, yang
barusan dia kenalin ke aku, Oom
Anwar, Tante Rosa, dan adik
perempuannya yang cantik, Mary.
Mike sekolah di sekolah yang beda
sama aku. Hari-hari berikutnya
kujalani dengan senyuman yang
menghiasi wajaku, menganggap
bahwa semua hal buruk di dunia
ini takkan berarti apa-apa bagiku,
asal aku bisa liat wajah dia,
wajah Mike setiap hari...
Sekarang Mike sudah menjadi
sahabatku yang selalu ada di
sampingku tiap aku ada masalah,
dia selalu ngehibur aku.Semuanya
jadi indah, sampai pada suatu
hari, dia cerita ke aku tentang
seorang cewe yang udah
ngebuat hati aku sedih. Mike suka
sama cewe itu, dan akhirnya
setelah 3 bulan PDKT atau
pendekatan, mereka jadian.
Aku ngga kuat kalo harus terus
begini, aku harus ngomong sama
Mike tentang perasaanku
sebenarnya, sebelum aku dibuat
gila sama perasaan cinta sama
sahabat sendiri. Bahkan, sebelum
kami sahabatan, cuma sebagai
temen di dunia lain selain dunia
nyata, yaitu dunia maya, yang ga
pernah tatap muka sebelumnya,
aku udah suka sama dia... Ya, kalo
perasaan ini terus-menerus
dipupuk kaya gini, apalagi dengan
sikap baik bangetnya itu, sikap
perhatian itu, aku ngga mungkin
ngga cinta sama dia... Rasa cinta
ini terus menerus tumbuh,
semakin besar dan semakin besar.
Kalau aku ngga ngomong,
bukannya aku seneng, tapi malah
tersiksa sama perasaan ini.
Sampai pada suatu sore yang
cerah, saat kami sedang ngobrol
di taman kompleks sambil menatap
awan yang terus menerus
bergerak, aku menceritakan
semua tentang isi hatiku, apa
yang aku rasakan sama dia, dari
kapan perasaan itu muncul, dan
berbagai macam kalimat lain yang
gatau kenapa langsung meluncur
dari lidahku. Aku juga heran
kenapa dia ngga kaget sama apa
yang aku katakan.
Dia tetap tersenyum manis sambil
mendengarkan aku bicara tentang
perasaan terlarang ini. Setelah
selesai semua beban di hatiku ini.
"Mike, kok kamu malah senyum-
senyum sih? Emang sih ceritaku
tuh novel banget, tapi harus
kamu tau, ini tuh kejadian
sebenernya!", kataku.
"Ngga kok, Kay, aku seneng kamu
mau jujur sama aku, aku seneng
kamu mau jadi the one yang mau
tulus cinta sama aku... Ehm,
sebenernya aku malu banget
ngomong ini sebenernya. Aku juga
suka sama kamu, Kay. Dari kita
ketemu di chat ym, aku juga udah
suka sama kamu, aku berusaha
supaya jadi yang terbaik buat
kamu. Tapi aku udah putus
harapan, soalnya kamu tuh ngga
ngasih respon ke aku", jelas
Mike.
"Hah? Kalau kamu juga suka sama
aku, kenapa kamu jadian sama
Lila? Kenapa kamu malah ngebuat
hati aku tambah sakit, Mike
setelah aku tau kejadian yang
sebenarnya."
"Sebenernya, Lila yang aku
ceritain ke kamu itu, dia adik aku,
aku cuma mau tau, apa kamu
cemburu sama Lila atau ngga.
Ternyata kamu cemburu yah,
hehehe", canda Mike, tapi aku
kira ini janggal dan ngga lucu!
"Mike, bukannya adik kamu
namanya Mary? Kok kamu ganti
jadi Lila sih?", tanyaku penasaran.
"Yah, namanya kan Delila Mary
Wijaya, nama belakangnya sama
kaya aku: Michael Stefan Wijaya.
Hehehe, maaf banget kalau aku
udah bohongin kamu, Kayla."
Mike membuat aku yang tadinya
kesal bercampur senang merasa
sedikit tenang.
"Jadi?" kata Mike. "Jadi, apa aku
boleh jadi cowo yang bisa
ngelindungin kamu, Kay?",
sederhana, tapi udah buat aku
melambung tinggi, bagai terbang di
atas awan.
"Aku mau, Mike jadi cewe yang
bisa ngertiin kamu", jawabku
sambil tersenyum. Kami baru saja
jadian dan aku sangat senang
akan hal itu. Menikmati senja di
dekat ayunan tempatku pertama
bertemu dengan Mike, dengan
suasana yang sama: langit senja
berwarna merah keunguan
membuat hatiku tentram.
Ternyata, sahabat juga bisa jadi
cinta.

[selesai]